Me n My Family

Aku dan Suami, bersama melakoni hidup

product

My wedding at 08-05-06, semoga perkawinan kami barakah Ya Allah, amin

Mutiara Kami yang tetap berseri setiap saat

product

Kakak Arul n Adek Aifa, selalu jadi anak sholeh dan sholeha ya sayang

Bersama menggapai Cinta Illahi

product

Tetap semangat walo badai menghadang

Si Peniru Kecil


Ngeng... ngeng... ngeng...
Ma, wawatnya ebang ngeng... ngeng....
Tingkah lucu putri kecilku sambil tangannya memainkan bongkar pasang buatannya di atas kepalanya
Aku dengan suamiku memandangnya sambil menahan senyum, karena takut mengganggu imajinasinya.
Dek... dek kamu ini ada-ada saja, cewek kok mainannya kaya anak cowok aja.  Mungkin dia terobsesi dengan kakaknya yang cowok, jadi gak mau kalo dikasih mainan cewek.  Baju pun senengnya pake setelan kaos sama celana.  Mesti pake ritual nangis dulu kalo dipakein baju cewek dan satu lagi alasannya gatel lepas... lepas...

Masih ada lagi, cewek kecil yang satu ini sering sekali menirukan apapun yang dilakukan kakaknya termasuk menendang dan jungkir balik.
Pernah juga dia membuatku dan suamiku terhenyak, dia dengan fasihnya menirukan setiap kata yang diucapkan suamiku sewaktu menerima telepon.

Beda yang cewek beda lagi sama anakku yang cowok, walaupun kelihatannya dia bermain ataupun hanya sekedar lewat, ternyata dia mendengarkan dan menangkap pembicaraan ataupun kejadian di sekitarnya termasuk acara di televisi.
Aku dan suamiku juga sering terkaget-kaget dengan ucapan maupun tingkah polahnya yang kalau aku tanya kenapa kok kakak begitu, jawabnya kalau gak lha ayah ato mama juga begitu, ya itu liat di tv.

Subhanallah, ternyata anak-anak memiliki penyerapan terhadap segala sesuatu yang dia dengar di sekelilingnya dan terekam dengan sangat baik di memorinya.

Oleh karenanya, semoga kita para orang tua selalu berhati-hati dalam bersikap dan bertutur kata di depan putra-putrinya.  Sangat disayangkan jika kita memberikan contoh yang buruk pada mereka, generasi yang kelak diharapkan akan menjadi generasi yang lebih baik lahir dan batin.
Karena sebenarnya mereka bagaikan kertas putih kosong, tinggal bagaimana kita para orang tua memperlakukan kertas putih itu.

Semoga ini dapat menjadi renungan bagi kita para orang tua untuk selalu belajar menjadi lebih baik agar dapat memberi contoh yang baik bagi putra-putri kita.  Sehingga tumbuh menjadi anak-anak yang sholeh sholehah yang akan senantiasa menjadi penyejuk hati kita dan bisa mengangkat derajat orang tuanya dunia akherat.  Amin ya robbal 'alamin

0 komentar:

Posting Komentar